Rencanakan Pernikahan Sederhana, Ferry Irawan: Harus Bayar Sekian Puluh Juta, Saya Merasa Keberatan

Permasalahan Ferry Irawan dengan Elma Theana selaku wedding organizer lamarannya belum berakhir. Dikabarkan sebelumnya, menurut Elma, Ferry seolah tidak mengetahui perihal anggaran maupun kontrak terkait rangkaian acara pernikahan. "Dari awal memang saya itu berkeinginan menikah sangat sederhana sama Mena."

"Jadi di Bali, kita hanya mencari masjid, setelah itu langsung syukuran, jadi tidak lebih tidak kurang." "Bersama pihak WO tersebut, terus saya dibilang bahwa ini ada biaya sekitar berapa puluh juta yang harus saya bayar," terangnya. Lebih lanjut, Ferry mengaku kaget saat membahas hal tersebut dengan pihak Elma, tanpa Venna Melinda.

Ferry mengatakan baha pihak Elma memberitahu hal tersebut mendekati acara lamarannya. "Saya kaget, dalam arti 'Kenapa nggak dari awal?' Apapun itu, kalau misalnya RAB itu kan dari awal harus dibicarakan." "Apakah klien ini sanggup? Apakah klien ini menyetujui? Itu harus dari awal, tidak satu jam sebelum acara," sambung Ferry.

Suami Venna itu menyampaikan bahwa apabila biaya tersebut tidak dibayarkan, maka acara acara selanjutnya tidak dapat dilaksanakan. "Akhirnya saya pada saat itu mencoba mengalihkan perhatian saya supaya saya juga nggak sakit atau apa." "Saya belum cerita (sama Venna), ya udah biarin aja acara itu berjalan."

"Setelah itu saya tanya kalau memang biaya ini tidak dibayarkan, nanti ke depannya itu nggak bisa melakukan acara acara seperti ngunduh mantu," lanjutnya. Dalam kesempatan tersebut, Ferry mengaku bahwa tidak menyetujui RAB dari pihak Elma. Ia pun kemudian menghubungi Elma untuk meluruskan bahwa hal itu sudah tidak sesuai dengan yang sudah direncanakan sebelumnya.

"Saya bilang 'Yang menyetujui siapa ya? Dengan RAB seperti ini, kan saya tidak pernah diberi tau'." "Tapi ya sudah lah, saya pikir saya nggak mau fokus ke itu, saya mau fokus ke acara saya dan Mena pada saat itu." "Setelah itu keesokan harinya saya telepon dengan Elma, 'Ma, mohon maaf, kalau memang adanya biaya seperti ini, sepertinya ini di luar apa yang saya bicarakan sama Mena'," tutur Ferry.

Ferry merasa hal itu bertentangan dengan yang sudah ia rencanakan, mengingat ia dan Venna ingin pernikahan yang sederhana. Pria berusia 45 tahun itu mengaku Elma Theana kemudian memberikan solusi lain, yaitu mencarikan kolega untuk membantu biaya yang dibutuhkan. "Trus opsi yang kedua dikasih lagi, beliau mungkin punya beberapa kolega yang orang orang mampu."

"'Gua cariin nih untuk biaya lo nikah, tapi nggak usah tau source nya siapa, berapa jumlahnya'," jelas Ferry. Namun, Ferry tidak setuju karena ia tak ingin merepotkan orang lain. "Saya bilang 'Waduh, saya nggak berani' karena kan itu menyangkut nama saya, menyangkut lagi namanya Venna, karena kan kita yang menikah."

"Saya itu berprinsip kepada siapa pun, saya tidak pernah mau menikah, merepotkan orang, apalagi meminta minta dari orang," ucapnya. Bahkan, Ferry pun tak ingin merepotkan keluarganya dan Venna pun memahami dirinya. Lebih lanjut, ayah sambung Verrell Bramasta itu pun menegaskan bahwa pihak Elma Theana lah yang menghentikan kerja samanya.

"Jadi di sini bukan ada pembatalan dari pihak saya atau gimana." "Dengan adanya pembicaraan saya dengan Elma di telepon dan Dian itu WA ke saya." "Jadi pihak Madeena yang menghentikan semuanya, jadi pihak dari mereka yang menghentikan kerja samanya," tegas Ferry.

Baik Ferry maupun Venna merasa tidak menyetujui RAB yang disampaikan Elma yang mengharuskan membayar puluhan juta. Ferry mengaku, ia merasa keberatan dan merasa bahwa hal itu bukan lah sebuah utang. "Harus bayar sekian puluh juta, ya saya merasa keberatan, dan itu bukan utang."

"Karena apapun RAB itu harus ada persetujuan kedua belah pihak, khususnya kita yang sebagai calon pengantin." "Kita kan klien jadi 'Mampu nggak nih? Klien ini menyetujui berarti dia sudah ada'," tutup Ferry Irawan. Artikel ini merupakan bagian dari

KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.